Anda masih suka menyalahkan?

ir.J.handojo

ANDA MASIH SUKA MENYALAHKAN ?

Ada satu penyakit yang secara tidak sadar dialami oleh banyak orang.
Penyakit itu namanya “suka menyalahkan yang lain.”
Ya betul, apa saja selain diri sendiri, mulai dari menyalahkan keadaan, menyalahkan masa lalu, menyalahkan latar belakang, menyalahkan orang tua, menyalahkan pendidikan, menyalahkan orang lain, dsbnya.


Tidak banyak orang yang berani dan bertanggungjawab mau menerima kesalahan, biasanya kalaupun akhirnya mau menerima, selalu saja ada embel2nya, bilang ga sengajalah, gara2 itu lah, gara2 ini lah, dsbnya.
Tanpa kita sadari, sejak kecilpun kita tanpa sadar sudah tertanam sifat dan sikap seperti itu. Saya tidak tahu bgmn dgn orang2 di luar negeri, tetapi di Indonesia, khususnya dilingkungan sendiri saja, sering sekali saya menemukan peristiwa seperti ini : ” seorang anak naik sepeda dan terjatuh, lalu anaknya menangis, si ibu menghampiri anaknya, dan lalu memukul2 sepedanya untuk menenangkan anaknya.” atau ” ada anak kecil yang sedang bermain, tiba-tiba tanpa sengaja menabrak dinding/tembok, akibatnya jatuh menangis, si ibu lalu memukul2 dinding/temboknya itu. ” Ehm..lucu juga ya, kalau dipikir2 apa salah sepeda dan tembok itu, tetapi kejadian ini sudah berkali2 saya temukan dan lihat sendiri, bahwa banyak orangtua yang secara tidak sadar menimpakan kesalahan kepada sepeda atau tembok tsb🙂 Tapi sedikit banyak itu menunjukan bahwa memang sedari kecil budaya kita membentuk kita untuk menyalahkan yang lain, tidak untuk bertanggungjawab menerima kesalahan atau keadaan.
Lalu apa relevansinya dengan kesuksesan?? Sikap TIDAK MENYALAHKAN harus ada bagi setiap orang yang benar2 mau maju dan berhasil.
Kita lihat Jepang yang katanya negaranya terdiri dari 80% gunung dan tidak ada banyak tanah untuk bercocok tanam serta sering terjadi gempa, tetapi masyarakatnya tidak menyerah dan bekerja keras sehingga sampai sekarang Jepang menjadi negara maju no.2 terbesar (saya lupa kategori apa, mungkin dalam hal perdagangan) .
Apalagi mengingat tahun 1945, Jepang baru kalah besar dalam Perang Dunia ke- 2. Kemajuan dan kesuksesan Jepang benar2 menampar muka saya sbg orang yang hidup di Indonesia. Indonesia dengan lahan yg berkali2 lipat lebih besar, lebih subur, aman tenteram , tanam apa saja tumbuh, serta jumlah sdm-nya yg begitu besar, ternyata jauh dari kategori negara maju.
Singapura yg lahan-nya lebih kecil dari Jakarta, tetapi kekuatan ekonominya luar biasa. So saya melihat bahwa latar belakang, keadaan, tempat tinggal, sumber daya bukan jaminan bagi seseorang untuk maju dan sukses. Orang yang mau sukses, harus dimulai dari attitude-nya, mulai dari bersikap untuk bertanggungjawab atas keadaan dirinya. Tidak menyalah2kan yang lain atau menggunakan keadaan atau masa lalu sebagai alasan.

Tentang = Attitude : ” Jika A,B,C,.. menggambarkan 1,2,3,.. , maka
K+N+O+W+L+E+ D+G+E = (11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5) = 96 %
H+A+R+D+W+O+ R+K = (8+1+18+4+23+ 15+18+11) = 98 %
tetapi yang mengagumkan adalah =
A+T+T+I+T+U+ D+E = (1+20+20+9+20+ 21+4+5) = 100 % ”
So kalau Sukses adalah Hak Anda, perbaiki dan RUBAH ATTITUDE ANDA, maka Sukses akan menghampiri Anda.
SALAM SUKSES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s