Mempersiapkan Kekuatan

age rank ale

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Al-Anfaal: 60).

Maasyiral Muslimin Rahimakumullahu!
Dalam tafsir Ibnu Kastir, yang dimaksud dengan “Kekuatan dan kuda-kuda yang di tambat”, riwayat Imam Ahmad dari Uqbah bin Amir ra bersabda Rosulullah s.a.w dan beliau di atas mimbar, ‘Persiapkanlah olehmu kekuatan, ketahuilah kekuatan adalah ar-romyu, kekuatan adalah ar-romyu’.” (Mukhtashar Muslim 110). Kata ar-romyu dapat diartikan melempar, membidik, memanah, menembak, dan sebagainya.

Dr. Abdullah Azzam rohimahullah, menerangkan dan menjelaskan maksud hadis tersebut:
Hadist tersebut pada hakikatnya termasuk di antara mu’jizat Nabi, mengapa? Perlu diketahui bahwa dalam peperangan mereka di zaman kenabian, menggunakan pedang, tombak dan panah. Pedang untuk memukul, tombak untuk menikam, dan busur untuk melempar atau membidikkan anak panah. Sementara penggunaan pedang dan tombak lebih domoinan dari penggunaan busur.

Jadi, mengapa Nabi saw bersabda bahwa kekuatan adalah melempar? Sementara ar-romyu atau melempar di zaman kita ini menjadi sarana yang banyak dipakai dalam peperangan. Semua peperangan dengan melempar, hampir tidak ada lagi dengan tusukan tombak dan pukulan pedang.

Pada umumnya memang dengan melempar, baik senjata ringan, atau menengah, atau senjata berat atau pesawat tempur, semuanya dengan cara melempar. Klasinkov (AKA) dengan melempar, ZPU, DSCK,Grinov, Mortir, pesawat-pesawat tempur BM 12, Rudal-rudal, semuanya dengan melempar.

Ketahuilah bahwa kekuatan adalah melempar ini benar-benar merupakan mukjizat Nabi Muhammad saw. Ketahuilah kekuatan adalah melempar. Melemparlah wahai Bani Ismail, karena sesungguhnya bapak kalian adalah seorang (jago) melempar. (HR Bukhari).

“Barangsiapa yang belajar melempar, lalu melupakannya, maka dia bukan termasuk golongan kami.” ( HR Muslim )
“Barangsiapa melempar (memanah), lalu melupakannya, maka ia adalah suatu nikmat yang dia kufuri atau dia ingkari.” (HR Muslim)

Selanjutnya, beliau menerangkan tentang i’dad yang dimaksud ayat tersebaut:
“I’dad adalah memepersiapkan kekuatan, i’dad adalah melempar…. I’dad adalah melatih kuda dan memeliharanya, …I’dad adalah memepersiapkan fisik…. I’dad adalah mempersiapkan mental dan spiritual.” (Lihat Hijrah dan I’dad, Dr. Abdullah Azzam).

Maasyiral Muslimin Rahimakumullahu!
Umat Islam di mana saja di seluruh dunia seharusnya menjawab seruan-seruan para ulama yang mereka berangkat dari dalil-dalil Quran dan Sunnah untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang terjdi. Musuh-musuh Islam sudah merasa bahwa Islam memang suatu yang membahayakan dan akan bangkit sebagai satu-satunya musuh yang tak pernah absen dari sejarah peradapan dunia. Amerika yang dahulu menganggap Uni Soviet adalah musuhnya sekarang sudah bergandeng tangan untuk menghadapi Islam.

Suatu ketika, sepulang dari kunjungannya ke perbatasan Afghanistan untuk menyaksikan gerakan jihad di Afghan, Nikson ditanya oleh wartawan:
“Apa yang telah Anda lakukan untuk menyelesaikan problemnya?”
Ia menjawab, ” Itu mudah.”
“Apakah solusi yang Anda persiapkan?”
Dijawab, “Itu mudah.”
Mereka bertanya lagi, “Apa problem yang terjadi?”
Ia menjawab, “The problem is Islam?”
Jadi, Islam adalah problem. Maka, Amerika harus bersatu dengan Rusia untuk menghancurkan jihad Afghanistan dan menghentikan gerak maju Islam. (Lihat Fie Dhilal Suratut Taubah, Dr. Abdullah Azzam ).

Syaid Qutb dalam al-Mustaqbal Hadza Dien menyatakan, “Musuh-musuh Islam menyadari betul bahwa satu-satunya musuh mereka adalah Islam. Karena itu mereka berusaha mati-matian untuk menghancurkan generasi yang tinggi ini. Sebab, generasi inilah yang bakal menjegal tujuan imperialisme mereka.”

Kita dapat melihat apa yang terjadi di dunia, di mana-mana Islam dan umatnya menjadi sasaran kejahatan dan kebencian mereka. Kalau terhadap umat mayoritas saja sudah mulai berani, apalagi terhadap kaum yang minoritas.

Lihat saja seperti kasus Ambon dll. Dari keadaan ini seharusnya setiap muslim waspada dan selalu mempersiapkan diri dan keluarganya untuk suatu hari yang tak terduga,
yang bukan mustahil dapat menimpa siapa saja yang memeluk Islam. Islam bagi mereka suatu problem dan ancaman, Islam adalah musuh bebuyutan, dan perang salib tidak pernah berhenti.

Musuh-musuh Islam mengadakan persiapan yang tidak tanggung-tanggung untuk menghdapi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
Salah satu contohnya adalah sejarah kekalahan orang-orang Arab melawan Israel pada tahun 1967. Ada seorang bertanya pada Mose atau Igel Alun: “Bagaimana kalian dapat memenangkan pertempuran melawan orang-orang Arab, dengan kemenangan yang mengagumkan?”
Dia menjawab, “Sesungguhnya kami telah mengadakan persiapan sebelum itu selama sepuluh tahun, lalu kami laksanakan rencana tersebut dalam waktu tiga jam. Kami telah mempersiapkan secara masak selama sepuluh tahun, hanya untuk serangan tiga jam, yang pertama menghancurkan lapangan-lapangan pesawat tempur Mesir. Maka kami memperoleh kemenangan itu.”

Sepuluh tahun melakukan i’dad, sementara peperangan hanya berjalan sebentar, hanya beberapa hari saja, sekali dalam sebulan.
Sedangkan i’dad dan ribath itu bisa berlangsung sangat lama; lama dan membosankan, kecuali bagi jiwa yang mengharapkan balasan dari Allah ‘Azza wa Jalla. Hati yang selalu bertambah kekuatannya dengan zikrullah, ibadah-ibadah nafilah, salat malam, puasa sunnah, dan ibadah-ibadah yang lainnya. (Lihat Hijrah dan I’dad, Dr. Abdullah Azzam).

Maasyiral Muslimin Rahimakumullahu!
Pada dasarnya Islam memerintahkan i’dad sejak seorang masih kanak-kanak atau sejak kecil. Generasi yang kuat secara fisik dan mental, jasmani dan rohani adalah generasi yang akan mampu mengemban amanah dalam mengamalkan dan mendakwahkan risalah Allah, sehingga tidak mudah dijajah, dikuasai, dihina, dibantai. Jangan kita jadikan generasi ini seperti ayam potong, yang kita gemukkan dengan berbagai makanan untuk disembelih oleh musuh-musuh Islam, karena mereka tidak mempunyai kesiapan mental maupun fisik.

Nabi saw bersabda yang artinya, “Ajarkanlah anak-anak kamu renang, memanah, dan menunggang kuda.”

Generasi yang kuat jasmani dan rohani akan mampu memikul beban dakwah dan tegaknya kalimat Allah di muka bumi ini.
Oleh sebab itu, sejak awal, Islam menekankan untuk mempersiapkan anak-anak sebagai penerus dakwah dan membekali mereka dengan keterampilan yang optimal yang pada suatu hari diperlukan sebagai pembela risalah ini.

Kalau musuh-musuh Islam menyiapkan dan melatih anak-anak mereka dengan hal-hal yang menjadikan mereka siap kapan-kapan saja bila terjadi peperangan, mengapa justru umat Islam melupakan dan meninggalkan hal itu. Sehingga umat Islam selalu menjadi korban dan mangsa dari keganasan musuh-musuhnya.

Menyiapkan kekuatan sudah disyareatkan Allah, baik dalam keadaan aman atau keadaan perang. Tujuan dari pada i’dad adalah agar musuh-musuh Islam merasa takut, gentar, dan sangat memperhitungkan dengan kekuatan Islam secara syumul, sebagaimana yang dinyatakan ayat di atas (QS 8: 60), “Menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya sedang Allah mengetahuinya.”

Dalam Ibnu kastir, makna “turhibuuna” yaitu “tukhwifuuna”: memberi rasa takut, gentar, kepada orang-orang kafir. “Dan musuh-musuh selain mereka, yang kamu tidak ketahui sedang Allah mengetahui.” Berkata Mujahid yang dimaksud ini adalah Bany Quraizhoh, berkata Assady Parsi, berkata Shufyan Staury, berkata Ibnu Yaman, “Yang dimaksud ini adalah setan yang ada di sekitarnya, sebagaimana yang diterangkan dalam hadis.”

Berkata Ibnu Abi Hatim dalam suatu riwayat, “Yang dimaksud ini adalah jin.” Dan berkata Muqotil bin Hayyan dan Abdurrohman bin Zaid bin Aslam bahwa yang dimaksud ini adalah oarang-orang munafik. Ini sama sebagaimana firman Allah yang maknanya
“Dan di sekitar kamu banyak kaum Arab Badui yang munafik, dan juga di kalangan penduduk Madinah ada yang keterlaluan dalam kemunafikannya.”

Maka dalam sekian banyak pendapat tadi, dapat kita simpulkan bahwa musuh-musuh Islam yang kita tidak ketahui tetapi Allah yang mengetahuinya antara lain:

  • Orang kafir yang menyembunyikan kebenciannya, dan menunggu-nunggu kesempatan untuk membantai kaum muslimin apabila ada kesempatan.
  • Setan yang selalu menggangu manusia.
  • Bangsa jin yang kafir dan menentang Islam dan membantu musuh-musuh Islam untuk memerangi umat Islam.
  • Orang-orang munafik yang selalu membuat kesusahan di mana-mana dan memfitnah, melaporkan orang Islam kepada musuh-musuh Islam, dan menyebarkan rahasia umat Islam, memfitnah mereka-mereka yang mau menegakkan syariat Islam, mengadu domba umat, memecah belah umat, dan menjilat pada pemerintah yang zalim, pemerintahan kafir dll.

Dari uraian yang singkat ini, dapat kami simpulkan bahwa hendaknya kita mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh-musuh kita, baik musuh dalam diri kita (yang berupa setan dan hawa nafsu) maupun musuh di luar kita (yang berupa orang-orang kafir yang akan memerangi kita). Apabila kita tidak mau mempersiapkan diri, sesungguhnya musuh telah mempersiapkan diri guna menghanncurkan kita. Oleh karena itu, tidaka ada jalan lain bagi kita, kecuali mempersiapkan diri dan bersiap-siap menghadapi musuh yang sewaktu-waktu datang.

Al-IslamPusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

One response to “Mempersiapkan Kekuatan

  1. Merasa suka dengan tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s