Mutiara hikmah. 03

APABILA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN/KEBURUKAN SESEORANG
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya maka Dia menyegerakan hukuman baginya di dunia; sedang apabila Allah menghendaki keburukan pada seorang hamba-Nya maka Dia menangguhkan dosanya sampai Dia penuhi balasannya nanti di hari Kiamat.” (HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim)


UJIAN ALLAH BAGI KAUM YANG DICINTAINYA

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sungguh, besarnya pahala setimpal dengan besarnya cobaan; dan sungguh, Allah Ta’ala apabila mencintai suatu kaum, diuji-Nya mereka dengan cobaan. Untuk itu, barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan dari Allah, sedang barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan dari Allah.” (Hadits hasan, menurut At-Tirmidzi)

UJIAN ALLAH BERDASARKAN TINGKATNYA KEIMANAN
Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah memberitahukan, bahwa semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka semakin berat ujian yang dihadapi, beliau bersabda, “Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian yang semisal mereka, lalu yang semisal mereka. Seseorang diberi ujian berdasarkan tingkatnya dalam beragama.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan al-Hakim. Dihasankan oleh al-Albani)

TAKUTLAH KALIAN AKAN KEKIKIRAN
“Takutlah kalian akan kekikiran, sesungguhnya kekikiran itu telah membinasakan orang-orang yang hidup sebelum kalian, kekikiran¡¡itu membawa mereka untuk menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan Allah.” (H.R. Muslim)

KERUSAKAN AKIBAT AMBISI TERHADAP HARTA
“Kerusakan yang ditimbulkan akibat ambisi seseorang terhadap harta dan kemulyaan tidak lebih kecil dari kerusakan seekor kambing akibat dilepasnya dua serigala yang lapar kemudian keduanya pergi menuju kambing tersebut.” (HR Imam Ahmad, Nasa-i, Tirmidzi, Ibnu Hibban dalam “Shahihnya”,dll. Imam Tirmidzi berkata : Hadits ini derajatnya hasan shahih.)

TUJUAN MENUNTUT ILMU KARENA ALLAH
“Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya dimaksudkan untuk mencari ridha Allah, akan tetapi dia mencarinya semata-mata untuk mencari perhiasan dunia, maka dia tidak akan mencium bau surga di hari kiamat.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dalam `shahihnya)

Mutiara hikmah. 04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s